KLATEN – Semangat peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 diwujudkan melalui pembinaan generasi muda dan pelestarian budaya bangsa. PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten menggelar Festival Pencak Silat di Gedung Serbaguna Sawahan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Minggu (21/6).
Festival yang mengusung tema "Berjiwa Besar Menjadi Pendekar, Berbudi Luhur Nasihat Leluhur" tersebut diikuti sebanyak 288 pesilat muda dari delapan Penggerak Pembina ASAD (PPA) yang mewakili 26 Pengurus Kecamatan (Pengcam) PERSINAS ASAD se-Kabupaten Klaten.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.
Acara dihadiri Dewan Pembina PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten H. Suratno, H. Arif, dan H. Yatimin, Sesepuh PERSINAS ASAD Mbah Walijo, Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten Fathul Minan, Sekretaris Agus Sunardo, serta Ketua Panitia Nur Cholis.
Semangat Hari Jadi Klaten untuk Melahirkan Pendekar Berprestasi
Kehadiran sesepuh PERSINAS ASAD, Mbah Walijo, menjadi perhatian tersendiri dalam festival tersebut. Para pesilat cilik tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Di hadapan peserta, Mbah Walijo memberikan motivasi agar para pesilat muda terus berlatih dengan sungguh-sungguh serta menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni bela diri pencak silat.
Ketua PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Fathul Minan, mengatakan momentum Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 menjadi sarana strategis untuk menanamkan semangat berprestasi kepada generasi muda.
"Adik-adik pesilat harus terus berlatih dengan tekun dan disiplin. Kami berharap lahir pesilat-pesilat berprestasi yang mampu mengikuti jejak senior-seniornya, seperti Khoirudin Mustakim dari Jurang Kajong, Klaten, yang telah berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional," ujarnya.
Menurut Fathul, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan media pembentukan mental, disiplin, serta karakter generasi penerus yang akan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Pembinaan Karakter Jadi Fokus Utama
Sekretaris PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten, Agus Sunardo, menjelaskan festival ini merupakan agenda rutin Pengurus Kabupaten PERSINAS ASAD Klaten yang bertujuan melakukan pembibitan atlet sekaligus persiapan menghadapi Festival Pencak Silat IPSI dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222.
"Festival ini merupakan agenda rutin Pengkab PERSINAS ASAD Klaten sebagai bagian dari program pembibitan pesilat sekaligus persiapan menghadapi Festival Pencak Silat IPSI dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222. Pelaksanaannya digilir di berbagai kecamatan, dan tahun ini diselenggarakan di Sawahan, Juwiring," katanya.
Agus menegaskan, pembinaan yang diterapkan PERSINAS ASAD tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga. Organisasi tersebut juga menitikberatkan pembentukan 29 karakter luhur sebagai fondasi generasi muda.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut mencakup akhlak mulia, semangat juang, tanggung jawab, kemandirian, dan kepemimpinan yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menambahkan, pembinaan pesilat dilakukan melalui kurikulum Penggerak Pembina ASAD (PPA) yang diselaraskan dengan kurikulum Penggerak Pembina Generus (PPG). Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya dibekali keterampilan bela diri, tetapi juga nilai keagamaan dan pembentukan karakter.
Kompetisi dari Tingkat SD hingga SMP
Adapun kategori yang diperlombakan dalam festival meliputi Tapak Tiga, Salam PERSINAS ASAD, serta Seni Tunggal Putra dan Putri tingkat Sekolah Dasar (SD).
Sementara untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kategori yang dipertandingkan meliputi Tapak Dua, Jurus PERSINAS ASAD 1-3, dan Seni Tunggal.
Keikutsertaan ratusan pesilat muda dari berbagai kecamatan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus sarana pembentukan karakter.
Melestarikan Budaya dan Menyiapkan Generasi Penerus Daerah
Festival Pencak Silat PERSINAS ASAD menjadi gambaran bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Klaten tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui investasi jangka panjang pada sumber daya manusia.
Pembinaan generasi muda melalui olahraga tradisional dinilai memiliki relevansi besar di tengah tantangan perkembangan zaman, terutama dalam menanamkan disiplin, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Melalui festival tersebut, PERSINAS ASAD Kabupaten Klaten berharap lahir generasi pendekar muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional, tetapi juga memiliki karakter luhur dan siap menjadi penerus pembangunan Kabupaten Klaten di masa depan.(RPM/Bejo)
"Menjadi pendekar bukan tentang siapa yang paling kuat menjatuhkan lawan, tetapi siapa yang paling mampu mengalahkan hawa nafsunya sendiri. Berlatihlah dengan tekun, hormati guru dan orang tua, jaga akhlak, karena ilmu silat tanpa budi pekerti hanya melahirkan kesombongan. Jadilah pendekar yang rendah hati, berani membela kebenaran, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, serta sesama manusia."
— Mbah Bejo
"Pendekar sejati bukan hanya mahir bersilat, tetapi juga memiliki hati yang luhur, disiplin dalam berlatih, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungannya." — Mbah Bejo
"Ilmu silat menempa raga, budi pekerti menerangi jiwa. Ketika keduanya berjalan seiring, lahirlah seorang pendekar yang tidak hanya disegani karena kemampuannya, tetapi juga dicintai karena akhlaknya." — Mbah Bejo




