Rabu, 15 Juli 2026

MTQ XXXI Papua 2026 Resmi Dibuka di Sentani, Perkuat Generasi Qur'ani Adaptif dan Harmonis

Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen secara resmi membuka MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 di halaman Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/7/2026). Ajang ini diikuti 264 peserta dari delapan kafilah untuk memperebutkan tiket menuju MTQ Nasional 2026. Foto: Dok.Mus

SENTANI – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026 resmi dibuka di halaman Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/7/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung hingga 18 Juli 2026 itu menjadi ajang seleksi qari dan qariah terbaik Papua untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional pada Agustus–September 2026.

Pembukaan MTQ dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, mewakili Gubernur Papua. Ratusan peserta, dewan hakim, tamu undangan, tokoh agama, serta masyarakat memadati lokasi pembukaan yang berlangsung khidmat.

Mengusung tema "Mewujudkan Generasi Qur'ani yang Adaptif di Era Digital, Merajut Keberagaman, Menuju Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni", penyelenggaraan MTQ tahun ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga penguatan karakter, moderasi beragama, dan pembinaan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Al-Qur'an.

MTQ XXXI Papua Resmi Dibuka, Pemerintah Dorong Generasi Qur'ani Bijak di Era Digital

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak sehingga Kabupaten Jayapura dapat menjadi tuan rumah MTQ XXXI Provinsi Papua.

Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 322 orang terlibat dalam pelaksanaan MTQ, terdiri atas 264 peserta dari delapan kafilah kabupaten/kota dan 58 Dewan Hakim.

Adapun delapan daerah yang mengirimkan peserta meliputi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Biak Numfor, Sarmi, Keerom, Numfor, Mamberamo Raya, dan Kepulauan Yapen.

Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah mengirimkan 46 peserta, disusul Kota Jayapura dengan 48 peserta serta Biak Numfor sebanyak 43 peserta. Panitia juga mengonfirmasi bahwa Kabupaten Supiori menjadi satu-satunya daerah yang tidak mengirimkan kafilah pada MTQ tahun ini.

Pelaksanaan MTQ didukung pembiayaan dari berbagai pihak, di antaranya sponsorship Bank Papua sebesar Rp750 juta dan Pemerintah Kabupaten Jayapura sebesar Rp500 juta, serta dukungan sponsor mitra kerja lainnya.

Bupati Jayapura Yunus Wonda menegaskan MTQ memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan media dakwah, pendidikan karakter, sekaligus ruang memperkuat persaudaraan masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman.

"Pelaksanaan MTQ ke-31 ini memiliki makna strategis dalam mendukung visi Pemerintah Provinsi Papua menuju transformasi 'Papua Cerah' (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni). Nilai-nilai Al-Qur'an memiliki keterkaitan erat dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, saling menghormati, dan merawat toleransi di tengah kemajemukan daerah kita," ujar Yunus Wonda.

Ia berharap seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat Papua.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua H. Umar Ugar menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan pembinaan qari dan qariah secara berkesinambungan.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti setelah pelaksanaan MTQ selesai, melainkan harus menjadi program jangka panjang dalam mencetak generasi Qur'ani yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Papua.

"LPTQ Papua berkomitmen menghadirkan program pembinaan Tilawatil Qur'an yang berkelanjutan. Kita ingin membentuk generasi Qur'ani yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di tanah Papua," katanya.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas serta menghormati keputusan Dewan Hakim selama pelaksanaan musabaqah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran menilai tema MTQ tahun ini sangat relevan dengan perkembangan zaman, terutama di tengah pesatnya transformasi digital.

Ia mengatakan generasi Qur'ani saat ini tidak hanya dituntut mampu membaca dan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijaksana.

"Di era transformasi digital, generasi Qur'ani tidak hanya dituntut hafal dan fasih membaca Al-Qur'an, tetapi juga bijak memanfaatkan teknologi informasi untuk menyebarkan konten kedamaian dan menyaring berita negatif," ujarnya.

Klemens juga menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Papua merupakan kekuatan yang harus dijaga melalui implementasi nilai-nilai moderasi beragama.

Menurutnya, Al-Qur'an mengajarkan keadilan, toleransi, dan persaudaraan yang menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ia turut mengingatkan Dewan Hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan jujur sehingga mampu melahirkan duta Papua terbaik untuk MTQ Nasional.

Wakil Gubernur Papua membuka MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua 2026 di Masjid Agung Al-Aqsha Sentani Kabupaten Jayapura

Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua yang dibacakan Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan MTQ XXXI.

Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, LPTQ, aparat keamanan, tenaga medis, serta para sponsor yang berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Pemerintah Provinsi Papua berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qur'ani yang menjadi teladan sekaligus membawa pesan perdamaian, persatuan, dan nilai Rahmatan lil 'Alamin bagi masyarakat Papua.

Setelah membacakan sambutan gubernur, Wakil Gubernur Papua secara resmi membuka MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026. Pembukaan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh kafilah dan masyarakat yang hadir.

Selama enam hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai cabang perlombaan untuk memperebutkan predikat terbaik sekaligus tiket mewakili Provinsi Papua pada MTQ Tingkat Nasional 2026.

Sumber Resmi: 

  • Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua
  • Panitia MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026
  • Pemerintah Kabupaten Jayapura
  • Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua
  • Pemerintah Provinsi Papua

"Musabaqah Tilawatil Qur'an bukan sekadar ajang meraih prestasi, tetapi perjalanan membentuk hati yang mencintai Al-Qur'an. Jadikan setiap ayat sebagai cahaya kehidupan, setiap lantunan sebagai dakwah, dan setiap langkah sebagai ikhtiar melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak, adaptif menghadapi zaman, serta mampu menebarkan kedamaian, persaudaraan, dan keberkahan bagi bangsa.".(Mus/Bejo)