Satu peluru menembus satu kepala,
Membawa maut dalam satu ledakan,
Namun, satu tulisan melintasi jarak,
Menembus jutaan hati yang terbuka lebar.
Kata-kata mengalir seperti sungai jernih,
Menggugah jiwa-jiwa yang haus akan makna,
Menghancurkan tembok-tembok kebodohan,
Membangkitkan semangat yang tertidur dalam sanubari.
Setiap kalimat menyusup ke dalam pikiran,
Menyulut api yang tak pernah padam,
Menginspirasi perubahan dalam sunyi,
Menggugah revolusi dalam damai.
Satu peluru menghancurkan tanpa ampun,
Mengakhiri kehidupan dalam sekejap mata,
Namun, satu tulisan menanam benih kebijaksanaan,
Tumbuh subur dalam benak generasi.
Pena tajam tak perlu darah,
Namun mampu membangun peradaban,
Mengukir sejarah dengan keabadian,
Mencipta dunia yang penuh harapan.
Jadilah penulis yang berani dan bijak,
Sebarkan pesan kebenaran yang tak ternilai,
Karena satu tulisan yang penuh makna,
Dapat menembus jutaan kepala, selamanya.(Ki Bejo Satrio Tulodho )
